Jumat, 06 Maret 2015

Abstraksi

Reptil adalah kelompok vertebrata menarik dengan salah satu sejarah terpanjang dari setiap makhluk hidup di Bumi.
 "Jadi sebenarnya ada tiga macam tipe pecinta reptil itu. Pertama adalah mereka yang menyukai dan memelihara reptil dengan tujuan konservasi, kedua karena memang hoby dan ketiga karena dia seller atau penjual yang memang mencari keuntungan."

Hari ini, reptil menghuni setiap benua kecuali Antartika dan mencakup sekitar 8.700 jenis, terpecah menjadi :

* Crocodilia - buaya, gharials, dan buaya Caiman
* Sphenodontia - tuataras dari Selandia Baru
* Squamata - kadal, ular dan amphisbaenids ("kadal cacing")
* Testudines - kura-kura, katak dan penyu

Semua reptil berdarah dingin, dengan kulit ditutupi oleh sisik daripada rambut atau bulu, dan sebagian besar bertelur ("yg menelur") walaupun ada spesies tertentu yang melahirkan. Reptil adalah juga salah satu makhluk yang paling disalahpahami, dengan mitos lebih, takhayul dan legenda tentang mereka daripada hewan lain

Jumat, 27 Februari 2015

Budidaya Tikus Putih

Berbiak Cepat Untung Berlipat
Satwa pengerat berbulu putih ini sanggup menjanjikan laba  sebesar  Rp 4 juta tiap bulan kepada Anda. Tertarik? Simak tips sukses budidaya tikus putih berikut ini.

Gambar : lumbungusaha.wordpress.com

Cara pemeliharaan tikus putih tak susah, berkembang-biak pesat, serta butuh modal dan lahan tidak terlalu besar.  Cukup satu kali periode panen, titik break even point alias balik modal sudah dapat dicapai.

Tingkat permintaan pasar terhadap tikus putih sangat besar.  Sayang, budidaya tikus putih masih belum banyak diminati banyak orang.  Kondisi seperti itu mengisyaratkan bahwa pintu sukses budidaya tikus putih terbuka lebar untuk Anda.

Peta pangsa pasar

Menurut penuturan Prof.  Sihombing, staf ahli Fakultas Peternakan, Institut Bogor,  ceruk pasar bagi pengusaha tikus putih sangat banyak.  Semisal laboratorium perusahaan farmasi, jamu dan berbagai Universitas.

Saat ini Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor selalu melakukan suplai tikus putih untuk keperluan percobaan para siswa, dosen dan sebagian lainnya diekspor ke Jepang.  Sihombing mengaku pernah menyuplai tikus putih sebanyak 100.000 ekor setiap 2 minggu kepada seorang eksportir yang bermukim di Jakarta.  Umumnya tikus putih diekspor pada usia 1 hari dalam bentuk sudah dibekukan.

Selain sebagai binatang percobaan, tikus putih juga banyak diminati sebagai bahan pakan reptil.  Merebaknya hobi satwa ternyata turut mendongkrak permintaan tikus putih.  Satwa mungil ini digunakan sebagai pakan binatang peliharaan. Semisal ular, kura-kura, kodok amerika, dan burung pemakan daging.  Ada ratusan bahkan ribuan pet shop yang membutuhkan pasokan rutin tikus putih sebagai salah satu barang daganggannya.

Menurut pengakuan Dodi pedagang binatang di Pasar Barito, setiap bulannya ia bisa melepas tikus putih sebanyak 500 ekor setiap hari. Tikus putih dewasa dijual seharga Rp 10.000, anak tikus putih seukuran ibu jari kaki seharga Rp 4.500.  Sedangkan mencit dijual seharga Rp 3.000.

Ceruk pasar lain yang bisa ditembus yaitu kebun binatang.  Mereka sangat butuh pasokan tikus putih sebagai bahan pakan satwa.  Kebun binatang cenderung memilih tikus putih sebagai bahan pakan sebab relatif lebih murah bila dibanding dengan daging yang berasal dari binatang lain.  Pasar yang sekarang mash terbuka lebar yaitu pehobi reptil.  Untuk mengisi ceruk pasar ini, Anda harus dekat dengan komunitas pecinta reptil.

Tepung daging tikus juga banyak dibutuhkan untuk meramu ransum pakan ternak.  Tujuannya untuk menambah kandungan protein.  Dengan demikian produktifitas ternak bisa menjadi lebih baik.

Hasil persilangan antara tikus putih dengan tikus liar banyak di cari oleh oran Manado, Irian, Flores dan Tapanuli.  Di sana tikus merupakan makanan khas.  Sehingga tak heran jika binatang pengerat ini banyak dijajakan di pasar-pasar tradisional.

Rebut pangsa pasar

Tikus putih termasuk binatang bandel.  Menu pakannya pun cukup sederhana. Jagung, kacang atau pur ayam sudah bisa membuat si Tikus puas dan sehat.  “Pur ayam bisa dipilih yang paling murah harganya,”terang Sihombing sambil memegang seekor mencit putih hasil tangkarannya.

Sihombing membudidayakan tikus putih dalam wadah yang berupa nampan plastik.  Ukurannya,  panjang 40 cm, lebar 30 cm dan tinggi 18 cm.  Nampan tersebut ditata secara berjajar dalam sebuah rak susun.  Biar tikus tidak kabur, bagian atasnya ditutup kawat strimin.

Setiap wadah diisi 1 set tikus yang terdiri dari 4 induk betina dan 1 pejantan.  Induk siap kawin berumur 70 hari.  Sekitar 2 minggu kemudian tikus-tikus betina mulai hamil.  Bayi lahir setelah 3 minggu berada dalam kandungan sang Induk.  Seekor induk mampu melahirkan anak sebanyak 6 – 12 ekor.  Produktifitas maksimal bisa dicapai jika didukung kondisi lingkungan dan menu pakan berkualitas.  Suhu udara yang baik berkisar antara 27ºC – 28ºC.

Gambar : lumbungusaha.wordpress.com
Seusai menyusui, induk bisa langsung dikawinkan lagi.  Tikus muda siap disapih pada usia 1 bulan.  Saat itu pula mereka siap dipasarkan.  Tikus dewasa dijual seharga Rp 4.000 per ekor.  Namun sebaiknya Anda jangan terlalu berambisi mengeruk keuntungan terlalu besar dengan harga yang tinggi.

Supaya menang di pasar, aturlah siasat bersaing secara cermat.  Semisal dengan membuat harga bersaing.  Patoklah harga sedikit di bawah harga pasar.  Semisal Rp 3500 atau Rp 3000 per ekor.  Jangan takut! Harga lebih rendah tersebut tidak akan membuat Anda rugi.  Justru sebaliknya, melalui strategi tersebut Anda dapat merebut jumlah pelanggan lebih banyak.  Sehingga Anda bisa lebih cepat mengembangkan usaha.  Kian besar usaha yang Anda miliki, berarti Anda bisa semakin berani mematok harga bersaing serendah mungkin tanpa takut merugi.

Siasat lain yang bisa dilakukan untuk menarik perhatian pasar yaitu dengan jalan memberi fasilitas pelayanan extra kepada pelanggan.  Semisal potongan harga, bonus tambahan sejumlah tikus, atau kandang dalam setiap pembelian tikus putih dalam jumlah banyak.  Anda juga harus aktif menawarakan tikus putih hasil tangkaran Anda.  Tembuslah pasar melalui berbagai media.  Semisal Internet.

Melalui metode pelayanan seperti itu, diharapkan Anda mampu merajai pasar.  Selain itu Anda akan menjadi terhindar dari ancaman anjloknya harga akibat over produksi.  Sebab, walau terdapat banyak jumlah tikus yang berdar di pasar, konsumen cenderung memilih membeli tikus putih dari peternakan Anda.

Nah, jangan sia-siakan peluang emas tersebut! Semoga sukses.

Risiko Usaha

Sebagus apapun sebuah peluang usaha, bukan berarti tak mengandung risiko.  Sihombing menegaskan, kondisi kandang budidaya harus benar-benar diperhatikan.  Kandang kotor bisa memicu terjangkitnya aneka penyakit.  Semisal borok kulit yang diakibatkan jamur dan bakteri.  Ketika dijual, tikus harus benar-benar dalam kondisi ekstra bersih dan sehat.  Apalagi tikus yang hendak dijual sebagai bahan penelitian.

Kendala berikutnya yaitu aroma tak sedap yang timbul dari kotoran maupun pipis tikus.  Hal itu bisa diatasi dengan jalan menyuguhkan ransum yang sudah dicampur serbuk zeolit atau minuman yang sudah dicampur kunyit.  Dosis serbuk zeolit sebesar 5%.  Sedangkan kunyit 2,5%.

Harga jual tikus

    Jenis Rat (besar ) Rp 10.000 – 12.000
    Jenis mice  (kecil ) Rp 3.500 – 4.000

Sumber : lumbungusaha.wordpress.com

STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
www.amikom.ac.id




Melirik Peluang Bisnis Usaha dari Reptile


gambar dari http://www.ciputraentrepreneurship.com
Selain karena alasan hobi, tak sedikit para pecinta hewan memelihara binatang melata seperti ular, kadal, iguana, laba-laba, kura-kura atau reptil lainnya karena alasan keuntungan finansial yang menggiurkan. Yosep Hendarko, seorang pecinta reptil mengatakan, semakin banyaknya jumlah hewan jenis tersebut di Indonesia maka semakin membuka peluang bisnis binatang.

"Jadi sebenarnya ada tiga macam tipe pecinta reptil itu. Pertama adalah mereka yang menyukai dan memelihara reptil dengan tujuan konservasi, kedua karena memang hoby dan ketiga karena dia seller atau penjual yang memang mencari keuntungan," katanya seperti dilansir krjogja.com.

Bagi para penjual reptil, keuntungan bisa didapat dengan banyak cara. Mulai dari memelihara binatang reptil untuk dibesarkan dan dijual nantinya. Dengan cara breding atau penangkaran untuk selanjutnya dijual atau bisa juga dengan menemukan jenis baru dengan cara mengawin silangkan reptil tersebut.

"Repti-reptil impor seperti ular, kadal, kura-kuta, laba-laba atau jenis lainnya memiliki harga yang sangat tinggi. Seperti ular piton Redtikulatus Morb yang cukup langka itu harganya bisa mencapai Rp90 juta bila telah dewasa," katanya.

Jenis-jenis ular lainnya adalah seperti Max Sunglow Boa (anakan) dari Amerika yang dijual seharga Rp 8 juta. Biasanya sekali bertelur bisa hingga 40-60 butir dan dengan porsentasi menetas mencapai 80 persen.

Tak hanya ular, jenis reptil lain yang juga sangat potensial ditangkarkan adalah jenis kadal. Dengan jenis dan corak yang beragam, harga sebuah kadal jenis Snow bahkan bisa mencapai Rp 1.250.000 setiap ekornya. Tak hanya itu, laba-laba jenis tarantula pun demikian. Anakan laba-laba jenis Parahybana asal Brazil atau laba-laba tarantula jenis Albopilosum dari Amerika, yang masih sangat kecil dengan ukuran 1cm saja dijual dengan harga Rp 75ribu per ekornya. (as)

Sumber : http://www.ciputraentrepreneurship.com

STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
www.amikom.ac.id

Fakta-Fakta Tentang Reptile

Reptil adalah kelompok vertebrata menarik dengan salah satu sejarah terpanjang dari setiap makhluk hidup di Bumi. Pertama muncul lebih dari 300 juta tahun yang lalu, reptil diyakini telah turun dari amfibi dan selama evolusi mereka, telah menghasilkan banyak keturunan yang unik, yang paling terkenal adalah dinosaurus. Hari ini, reptil menghuni setiap benua kecuali Antartika dan mencakup sekitar 8.700 jenis, terpecah menjadi :

* Crocodilia - buaya, gharials, dan buaya Caiman
* Sphenodontia - tuataras dari Selandia Baru
* Squamata - kadal, ular dan amphisbaenids ("kadal cacing")
* Testudines - kura-kura, katak dan penyu

Semua reptil berdarah dingin, dengan kulit ditutupi oleh sisik daripada rambut atau bulu, dan sebagian besar bertelur ("yg menelur") walaupun ada spesies tertentu yang melahirkan. Reptil adalah juga salah satu makhluk yang paling disalahpahami, dengan mitos lebih, takhayul dan legenda tentang mereka daripada hewan lain. Jadi ini adalah fakta nyata tentang reptil yang mungkin tidak Anda ketahui.

Kura - kura
kata "Turtles sama artinya dengan "slow" atau "lazy". mereka telah lama diejek dalam sastra dan cerita rakyat untuk kelambatan mereka. Tetapi apakah Anda tahu bahwa reptil tercepat di dunia sebenarnya kura-kura? Ya, kura-kura mungkin lambat di darat tetapi di air, mereka efisien dan cepat: penyu belimbing Pasifik dapat berenang dengan kecepatan sampai dengan 35km/hr membuatnya sebagai reptil yang bergerak tercepat di dunia. Di darat, reptil tercepat adalah iguana ekor berduri-Kosta Rika, yang telah diketahui kecepatannya hingga 33km/hr.

Ular
Ular derik secara luas dikenal mematikan, namun apakah Anda tahu bahwa mereka masih bisa menggigit setelah mereka mati? Penelitian yang dilakukan oleh Akademi Ilmu Pengetahuan California di San Francisco telah menunjukkan bahwa ular derik masih mampu menggigit hingga satu jam setelah telah dipenggal atau ditembak, dengan ilmuwan meyakini bahwa refleks yang mungkin dipicu oleh sensor inframerah masih aktif di ular.

Bunglon
Bunglon akan mengubah warna tubuh mereka tidak hanya untuk kamuflase dan untuk berbaur dengan latar belakang, tetapi juga sesuai dengan cahaya, suhu dan bahkan suasana hati-nya!

Katak kayu
Bagi kebanyakan hewan, pembekuan berarti kematian tertentu, tapi untuk katak kayu Amerika Utara, pembekuan sebenarnya strategi untuk bertahan dalam musim dingin yang panjang. Saat suhu menurun, organ katak dikelilingi dengan air dingin, yang menyebabkan jantungnya berhenti berdetak, paru-paru untuk berhenti bernapas dan ginjal berhenti bekerja. Katak memasuki keadaan "mati suri" di tempat yang dapat tinggal selama berbulan-bulan sampai musim semi datang pada saat itu akan mencair dan menjadi berfungsi penuh kembali dalam 10
Buaya
Jika Anda melihat buaya menelan, itu tidak gila - pada kenyataannya, buaya sering menelan batu-batu besar yang tetap tinggal di perut mereka, membantu mereka untuk menggiling dan mencerna makanan mereka (seperti rempela burung) dan juga bertindak sebagai pemberat suatu untuk membantu mereka menyelam lebih dalam.

Sumber : rahdayu.blogspot.com

STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
www.amikom.ac.id